Mengenal Copy Writing Dalam Digital Marketing

 Halo semua kembali lagi dengan saya Hansen Saputra, kali ini saya akan membahas tentang copy writing dalam digital marketing. Seperti yang kita tahu bahwa salah satu aspek penunjang terbesar bisnis adalah aspek pemasaran. Pemasaran konvesional kini sudah beralih ke pemasaran digital, salah satu skill yang perlu dimiliki dalam pemasaran digital/digital marketing adalah skill copy writing.

Skill copywriting merupakan skill untuk membuat dan menulis yang berupa materi promosi untuk membuat, membujuk orang agar tertarik sehingga  mengklik konten promosi yang dibuat agar mencapai tujuan yang diinginkan perusahaan seperti untuk mendapat penjualan, melakukan tindakan yang diinginkan perusahaan, dll. Skill copywriting sering kali kita temui dalam beberapa media seperti sosial media, website, email marketing dll.

Selain copywriting memberikan gambaran terhadap suatu merek dan meningkatkan daya jual, copywriting juga membantu dalam meningkatkan pengunjung, kesadaran, feedback. Sebelum melakukan copywriting perlu dipahami terlebih dahulu seperti apa audiens yang akan menerima ini dan memahami perilaku serta kebiasaan audiens. Setelah menentukan audiens maka pesan dari copywriting dapat menggunakan salah satu strategi yaitu strategi AIDA+C, AIDA+C adlaah attention, interest, desire, action dan conviction.

Berikut adalah penjelasan dari AIDA+C

1. Attention

Attention menjadi langkah awal dari kaidah ini karena dengan menarik perhatian orang maka akan membawa kesadaran akan konten yang dibuat. Untuk mendapatkan attention diperlukan judul/tagline yang membuat orang tersentak karena cukup menarik untuk dibaca. Tapi perlu diingat bahwa tagline tidak boleh berlebihan atau terkesan seperti menipu karena selain menimbulkan image yang jelek maka pembaca cenderung akan menjadi mengabaikan konten yang kita buat.

2. Interest

Setelah mendapatkan ketertarikan dari pembaca maka hal yang perlu diperhatikan adalah menarik minat pembaca untuk menggali lebih dengan membuat isi konten yang menarik seperti menyajikan fakta menarik, benefit, solusi dari suatu hal.

3.Desire

Sangat penting untuk memanfaatkan desire dari diri pembaca, karena itu isi konten harus bersifat memacu secara persuasif untuk membeli produk/jasa yang ditawarkan ataupun melakukan hal yang di inginkan dari pembuat konten.

4.Action

Setelah pembaca tertarik dengan konten yang kita berikan, maka disinilah kita harus menulis pesan agar membuat pembaca langsung melakukan eksekusi untuk membeli, memesan, menggunakan, menawarkan kepada kenalan dan memberikan feedback positif atas pengalaman mereka. Action ini dapat dibantu dengan membuat landing page agar mempermudah calon pembeli untuk melakukan aksinya.


5. Conviction

Conviction diberikan oleh mereka yang sudah mencoba, menggunakan, membeli agar memberikan pengakuan mereka atas kepuasan dari suatu produk/layanan untuk menyakinkan pembeli/pembaca lainnya.


Sumber : https://cerdikindonesia.pikiran-rakyat.com/edukasi/pr-864049652/mengenal-skill-copywriting-dalam-digital-marketing-jualan-auto-cuan?page=4

Komentar

  1. nice information ! thankyou !!

    BalasHapus
  2. Artikel yg menarik, tpi bolehkah anda menjelaskan lebih lanjut mengenai desire? Dan bagaimana cara memanfaatkan desire dari pembaca? Terima Kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Desire/keinginan adalah hal yg sudah ada dipikiran pembeli dan bukan hal yang dapat kita ciptakan, tugas kt adalah hanya perlu menyalurkan keinginan mreka untuk hidup lebih baik/memenuhi kebutuhan pada produk. Karena desire bersifat emosional mk kita perlu menarik ikatan mreka dengan produk, bersikap memahami perasaan mereka serta menghilangkan kekhwatiran mreka terhadap produk yg kt tawarkan.

      Hapus
    2. Bagaimana jika pelanggan adalah tipikal orang yg ribet/labil, apakah perusahaan/Anda tetap menuruti setiap keinginan dari pelanggan tsb? Secara kita mengetahui bahwa desire adalah pendekatan secara emosional

      Hapus
    3. Jika pelanggan labil/ribet mk yang hrus dilakukan adalah menuntun dan meyakinkannya tentang kelebihan dari produk dan jga menjelaskan kekurangn produk yg dimiliki tnpa mengurangi value dari produk tsb. Tidak menuruti tetapi lebih mencoba menawarkan solusi alternatif sesuai dengan spesifikasi produk yang dimiliki.

      Hapus
  3. Artikelnya sangat mudah dimengerti dengan penjelasan yg sangat sederhana dan edukatif

    BalasHapus
  4. Thank you for the nice article👍

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kelebihan Dan Kekurangan Digital Marketing Dalam Bisnis

Skill Wajib Sebagai Digital Marketing

Tren Dalam Digital Marketing